Laman

Tampilkan postingan dengan label Microorganisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microorganisme. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2009

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Bonggol Pisang

Anda punya pohon pisang di pekarangan atau kebun belakang rumah ? Setalah dipanen buahnya biasanya bonggol pisang tersebut dibiarkan membusuk kan ? Bonggol pisang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat microorganisme yang nantinya akan menyuburkan lahan pekarangan atau kebun anda, bahkan membantu menyuburkan tanaman hias di pelkarangan rumah. Inilah cara pembuatannya.

Bahan:
  • Bonggol Pisang 5 kg
  • Gula merah 1 kg
  • Air beras 10 lt
Cara Pembuatan:
  • Bonggol pisang ditumbuk/dihaluskan, kemudian dimasukan bersama air beras
  • Masukan gula merah sambil diaduk rata
  • Simpan ditempat drum/tong plastik
Biarkan selama 15 hari

Cara Penggunaan:
  • Pengomposan; dapat digunakan sebagai dekomposer dengan konsentrasi 1 : 5 (artinya 1 liter cairan MOC dicampur dengan 5 liter air tawar), tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, siramkan pada saat proses pembuatan kompos
  • Penggunaan pada tanaman; semprotkan pada berbagai jenis tanaman dengan konsentrasi 400 cc cairan MOC dicampur dengan 14 liter air tawar. Pada tanaman padi, sejak fase vegetatif hingga generatif pasca tanam yaitu hari ke 10, 20, 30 dan 40
  • Semprotkan pada pagi/sore hari, hindari penyemprotan pada siang hari. 

Lihat pula :


 

Minggu, 22 November 2009

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Limbah Buah-buahan


Bahan:
  • Limbah buah-buan yang tidak termakan: Jeruk, Tomat, Pepaya Mangga, Pisang, Apel, Salak dll sebanyak 10 Kg,
  • Gula 1Kg,
  • 10 liter air kelapa.

Cara Pembuatan:
  • Buah-buahan sebanyak 10 Kg ditumbuk/dihaluskan,
  • Masukan pada drum/tong
  • Campurkan dengan air kelapa,
  • Tambahkan gula merah yang telah dicairkan
  • Tutup dengan plastik beri lubang udara dengan cara masukan slang plastik yang dihubungkan dengan botol yang sudah berisi air.
  • Biarkan selama 10- 15 hari.
Penggunaan:
  1. Pengomposan: Campur cairan MOC dan air dengan perbandingan 1 : 5 liter, tambahkan gula 1 ons, siramkan pada Bahan Organik yang mau dikomposkan.
  2. Penggunaan pada tanaman padi. Semprotkan pada konsentrasi larutan 400 cc cairan MOC dicampur dengan air tawar sebanyak 14 liter, semprotkan pada umur tanaman akhir vegetatif (kurang lebih umur 55 Hari- 60 hari). 
Lihat pula :

Mikro Organisme Cair Sederhana

Pembuatan Mikroorganisme Cair (MOC) dari Limbah Sayuran.

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Keong Mas

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Rebung Bambu


 

 

Sabtu, 21 November 2009

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Rebung Bambu


Bahan:
  • 2 buah rebung bambu kurang lebih 3 Kg,
  • Air beras 5 liter,
  • 1 buah Maja (Labu Kaye/Aceh) yang sudah matang, jika tidak ada buah Maja bisa diganti dengan gula merah 1,5 ons.

Cara membuat:
  • Rebung Bambu di tumbuk halus atau diiris-iris, masukan pada ember/tong plastik,
  • Campurkan dengan buah Maja yang sudah dihaluskan,
  • Tambahkan gula merah yang telah dihaluskan dan diaduk
  • Rendam dengan air cucian beras sebanyak 5 liter.
  • Biarkan selama 15 hari
Cara Penggunaan:
  1. Pengomposan: dapat digunakan sebagai dekomposer dengan konsentrasi: 1 : 5 (1 liter cairan MOC ditambah dengan 5 liter air tawar), tambahkan gula merah 1 ons dan aduk hingga rata, disiramkan pada saat proses pembuatan kompos.
  2. Penggunaan pada tanaman: penyemprotan dilakukan pada pagi/sore hari dengan konsentrasi 400 cc cairan MOC dicampur dengan 14 liter air tawar pada umur 10 hari, 20 hari 30 dan 40 hari setelah tanam. Sebagai zat perangsang pertumbuhan tanaman

Lihat pula :

Mikro Organisme Cair Sederhana

Pembuatan Mikroorganisme Cair (MOC) dari Limbah Sayuran.

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Keong Mas

 

 

Kamis, 19 November 2009

Pembuatan Microorganisme Cair (MOC) dari Keong Mas


Bahan:
  • 5 Kg Keong Mas yang masih hidup/segar,
  • 2 Buah Maja matang (jika tidak ada dapat diganti dengan cairan tebu 1 liter, atau gula merah 1kg)
  • Air kelapa 10 liter.
Cara membuat:
  • Keong mas ditumbuk hingga halus masukan pada tong plastk
  • Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan atau gula yang lebih dulu dihaluskan/cairan tebu
  • Tambahkan 10 liter air kelapa dan aduk hingga rata.
  • Tutup rapat dengan plastik dan berikan slang palstik sambungkan pada botol yang telah berisi air maksimal 3/4 nya (bisa menggunakan botol aqua yang besar).
  • Biarkan/simpan selama 15 hari
Cara Penggunaan:
  1. Pengomposan, dengan konsentrasi 1 : 5 (1 liter cairan MOC ditambah dengan 5 liter air tawar), tambahkan 1 ons gula merah, aduk rata dan siramkan pada bahan organik yang mau dikomposkan.
  2. Penggunaan pada tanaman dapat disemprotkan pada berbagai tanaman dengan konsentrasi 400 cc cairan MOC dicampur dengan 14 liter air tawar. Pada tanaman padi sejak fase vegetatif hingga generatif (umur 10, 20, 30, 40 atau pada fase masak susu) MOC keong mas ini dapat dicampur dengan MOC lainnya. Disemprotkan pada pagi/sore hari, hindari penyemprotan pada siang hari (terik Matahari). 

Lihat pula :

Pembuatan Mikroorganisme Cair (MOC) dari Limbah Sayuran.

Peralatan :
  • Drum plastik ukuran 200 liter
  • Plastik transparan 1 m2
Bahan :
  • 100 Kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, Bayam, Kangkung dll),
  • Garam 5 % dari berat bahan ( ~5 Kg),
  • Gula merah 2 % dari cairan setelah diproses selama 24 hari.
Cara pembuatan :
  1. Limbah sayuran hijauan diiris-iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastik, setiap lapisan setebal 20 cm taburkan garam sampai rata, lanjutkan dengan berlapis-lapis seperti diatas sampai kedua bahan habis.
  2. Tambahkan air cucian beras sebanyak 10 liter,
  3. Drum ditutup rapat dengan plastik dan diatasnya diberi air sehingga tampak plastik cekung terisi air.
  4. Setelah 3-4 minggu baru dibuka, akan tampak cairan berwarna kuning kecoklatan, baunya segar dan jika diukur PH nya 3- 5 .
  5. Tambahkan gula sebanyak 2 ons dan diaduk hingga rata.
Cara penggunaan : 
  1. Pengomposan, yaitu digunakan untuk mempercepat penghancuran Bahan Organik, dengan cara campurkan 1 liter cairan ditambah 10 liter air tawar tambahkan gula 2 0ns dan cairan siap di siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan.
  2. Penyemprotan pada tanaman, yaitu dengan cara campurkan 400 cc cairan MOC dengan 14 liter air tawar (1 tangki semprotan) dan diaduk rata, semprotkan pada pagi atau sore hari (hindari sengatan cahaya matahari pada siang hari) pada berbagai jenis tanaman, jika tanaman padi disemprotkan pada umur 10, 20, 30 dan 40 hari setelah tanam
Catatan :
  • Penggunaan pada tanaman lain pada prinsipnya sama karena bahan mikroorganisme cair ini berfungsi sebagai dekomposer dan stimulator bahan organik pada media tanam. Efek langsung pada tanaman adalah fungsinya sebagai zat pengautr tumbuhan sebagai hasil proses biokimia fermentasi bahan.
  • Pembuatan dapat dilakukan pada skala kecil untuk keperluan rumahtangga, seperti apotek hidup, sayuran pekarangan, ataupun tanaman hias. Dalam hal ini, perbandingan volume bahan seperti yang dijelaskan diatas.
  • Untuk jenis tanaman yang peka seperti sayuran dan tanaman hias, sebaiknya dicoba pada kosentrasi larutan yang lebih encer untuk menghindari proses plasmolisis jaringan daun. Apabila terjadi gejala kekeringan pad ujung daun, konsentrasi larutan dapat lebih diencerkan.







Lihat artikel sebelumnya :

Mikro Organisme Cair Sederhana

Senin, 16 November 2009

Mikro Organisme Cair Sederhana

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniselular) meskipun beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.

Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan alga renik. Fungi (jamur), terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.

Pemanfaatan mikroorganisme sebagai bahan stimulan bagi pemanfaatan unsur hara tanaman saat ini telah berkembang dengan pesat. Produk mikroorganisme yang telah beredar di pasaran sudah banyak dijumpai di toko-toko pertanian dengan berbagai merek. Sebenarnya apa peran mikroorganisme dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman ?

Mikroorganisme berfungsi sebagai pengurai dari bahan-bahan organik yang berada dalam tanah sehingga berubah menjadi zat hara (Nitrogen, Phosfat, Kalium, dan unsur hara makro dan mikro lainya) yang dapat dengan mudah diserap oleh tanaman. Unsur hara yang dihasilkannya sangat tergantung pada bahan organik yang terdapat dalam tanah tersebut. Selain itu, beberapa mikroorganisme dalam melakukan proses penguraian dapat menghasilkan hormon tumbuhan  yang dapat dimanfaatkan langsung oleh tanaman sebagai zat pengatur tumbuhan. Jadi, tidaklah benar kalau mikroorganisme kadang disebut juga pupuk organik atau bahkan hormon pertumbuhan tanaman seperti sering kita baca dalam brosur-brosur iklan.

Bagaimana caranya membuat atau lebih tepatnya mengembangbiakkan mikroorganisme? Sebenarnya tidaklah sesulit seperti yang kita baca mengenai teori mikroorganisme itu sendiri. Pada prinsipnya, mikroorganisme tertentu hanya dapat berkembangbiak dengan baik dalam media tertentu dan kondisi tertentu pula. Jadi, jenis mikroorganisme tergantung dimana dia tumbuh dan berkembang, sedangkan jenis lainnya yang mungkin ikut berkembang dalam media tersebut akan "tersaingi" sehingga tidak berkembang atau mati. Dengan demikian, mikroorganisme dapat dibuat secara sederhana melalui proses fermentasi biasa. Hanya saja, tanpa penyelidikan laboratorium, kita tidak tahu persis jenis mikroorganisme apa yang berkembang dalam media tertentu. Oleh karena itu, mengembangkan mirkoorganisme secara sederhana hanya dapat dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh orang lain yang berpengalaman akan hal tersebut.

Bahan-bahan organik yang baik untuk dijadikan media pengembangan mikroorganisme secara sederhana diantaranya adalah sayuran, limbah buah-buahan, bonggol pisang, dan banyak lagi. Hasil fermentasi dari bahan-bahan tersebut akan menghasilkan mikroorganisme yang dapat langsung kita gunakan sebagai stimulator penguraian bahan organik dalam media tanam atau dalam pembuatan kompos atau humus.