Laman

Tampilkan postingan dengan label Manfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

Principle of System of Rice Intensification (SRI)


SRI Paddy Cultivation requires less water and less expenditure gives more yields, Beneficial for small and marginal farmers.

SRI Technology Uses - Less External Inputs

In SRI Paddy Cultivation Less Seed (2kg/ac) is required and fewer plants per unit area (25x25cm) whre as in general Paddy Cultivation 20kg seed is required per acre.
SRI requires less expenditure on fertilizers and plant protection chemicals.

Root Growth

In SRI System Rice Crop grows healthy in natural conditions and its root growth can be massive receives nutrients from deeper layers of the soil. 3 hills under conventional method required 28kg of force to be pulled up where as single SRI rice plants required 53 kg for uprooting.

SRI is initially labour intensive
  • Needs 50% more man days for transplanting and weeding.
  • Mobilises labour to work for profit.
  • It offers an alternative to resource poor, who puts in their family labour.
  • Once skills are learnt and implements are used, the labour costs will be lesser than the present day rice cultivation.
SRI encourages rice plant to grow healthy with
  • Large root volume
  • Profuse and strong tillers
  • Non lodging
  • Big panicle
  • More and well filled spikelets and higher grain weight
  • Resists insects because it allows rice to grow naturally
Tillering is greatly increased
  • 30 tillers per plant are fairly easy to achieve
  • 50 tillers pen plant are quite attainable.
  • With really good use of SRI, individual plants can have 100 fertile tillers or even more.
Because no set back due to early transplanting and no die back of roots.
Maximum tillering occurs concurrently with panicle initiation. More filled grain per panicle and no lodging of crop.
  • Everybody believe that Rice is an aquatic plant and grows best in standing water.
  • Rice is not an acquatic plant, it can survive in water but does not thrive under hypoxic conditions.
  • Rice plants spends lot of its energy to develop air pockets (aerenchyma tissue) in its roots under continous inundation.
  • 70% of Rice root tips get degenerated by flowering period.
  • Under SRI Paddy fields are not flooded but keep the soil moist during vegetative phase later only one inch water depth is sufficient.
  • SRI requires only about half as much water as normally applied in irrigated rice.
Six Mechanisms and Processes for SRI
1. Early Transplanting Seedling 8-12 days old, when plant has only
two small leaves,
before fourth phyllochron.
More tillering potential


More root growth potential
    2. Careful Transplanting Minimize trauma in transplanting. Remove plant from nursery with the seed, soil and roots carefully and place it in the field without plunging too deep into soil.
    More tillering potential
    3. Wide Spacing plant single seedlings, not in clumps, and in a square pattern, not rows, 25cm x 25cm or wider More root growth potential
    4. Weedling and Aeration needed because no standing water, use simple mechanical "rotating hoe" that churns up soil; 2 weedings required, with 4 recommended before panicle initiation; first weeding 10 days after transplanting. More root growth, due to reduced weed competition, and aeration of soil, giving roots more oxygen and N due to increased microbial activity we left in soil; can add 1+tons per weeding? Each additional weeding after two rounds results in increased productivity up to 2 t/ha / weeding.
    5. Water Management regular water applications to keep soil moist but not saturated, with intermittent dryings, alternating aerobic and anaerobic soil conditions. More root growth because avoids root degeneration able to acquire more and more varied nutrients from the soil
    6. Compost / FYM applied instead of or in addition to chemical fertilizer; 10 tons/ha; More Plant growth because of better soil health and structure, and more balanced nutrient supply.

    In SRI Cultivation 8 to 12 days old seedlings are planted. So root system grows well and gives 30 to 50 tillers. When all the 6 management practices are followed then per plant 50 to 100 tillers are produced and high yields can be realised.


    Nursery Management
    • Seed rate 2 kg/ac
    • Nursery area 1 cent / ac
    • Select healthy seed
    • Pre-sprouted seeds are sown on raised nursery bed
    • Prepare nursery bed like garden crops
    • Apply a layer of fine manure
    • Spread sprouted seed sparcely
    • Cover with another layer of manure
    • Mulch with paddy straw
    • Water carefully
    • Banana leaf sheath may be used for easy lifting and transport of seedlings.

    Main field preparation

    • Land preparation is not different from regular irrigated rice cultivation.
    • Levelling should be done carefully so that water can be applied very evenly.
    • At every 3m distance form a canal to facilitate drainage.
    • With the help of a marker draw lines both way at 25x25cm apart and transplant at the intersection.

    Benefits of SRI
    • Higher yields - Both grain and straw
    • Reduced duration (by 10 days)
    • Lesser chemical inputs
    • Less water requirement
    • Less chaffy grain %
    • Grain weight increased without change in grain size
    • Higher head rice recovery
    • Withstood cyclonic gales
    • Cold tolerance
    • Soil health improves through biological activity

    Copied from : RICE - System of Rice Intensification (SRI ) http://www.ikisan.com/links/ap_ricesri.shtml

    Sabtu, 07 November 2009

    KHASIAT BUNGA ROSELLA YANG LUAR BIASA

    Tanaman Rosella memiliki lebih dari 300 spesies yang tersebar pada daerah tropis dan non tropis. Biasanya, digunakan sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki kasiat medis, salah satu diantaranya adalah rosella merah atau rosella (Hibiscus Sabdariffa L.). Nama lain rosella adalah Hibiscus Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel, Sour-sour, Lemon bush, Florida cranberry, Oseille rouge (Perancis), Quimbombo Chino (Sepanyol), Karkad (Afrika Utara), Bisap (Senegal).

    Pohon Roselle adalah sejenis perdu yang mudah ditaman. Cara penanamannya dengan menggunakan biji yang kering kemudian disemai.

    Pada tahun 2006, dilakukan penelitian tentang manfaat medis dari rosela merah dan diperoleh hasil terdapat 1,7 mmmol/prolox antioksidan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.

    Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa sirup, teh, selai, dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.

    Di Malaysia, Rosella juga disebut Asam paya, Asam kumbang atau Asam susur, merupakan tumbuhan yang mempunyai keluarga yang sama dengan bunga raya/sepatu (Hibiscus rosasinensis). Tumbuhan Rosella ada yang mengatakan berasal dari India tetapi ada juga pendapat yang mengatakan Rosella berasal dari Afrika Barat. Tumbuhan Rosella ini semula diperkenalkan di Malaysia sejak lebih dari tiga abad yang lampau. Di India Barat disebut dengan Jamaican Sorrel.

    Pohon Rosella tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 - 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Rosella berwarna cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bagian bunga Rosella yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi pelbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, serbuk (teh ) atau manisan Roselle. Daun muda Rosella bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara itu di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Rosella diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan.

    Tumbuhan herba ini ternyata mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, ketidakhadaman, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Bunga Roselle banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan.

    Ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antispasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing) dan antibakteria. Selain itu rosella ternyata mampu menurunkan kadar penyerapan alkohol. Daun tumbuhan herba ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga. Di India, biji Rosella digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah dan kelesuan.

    Bahan penting yang terkandung dalam kelompak bunga Rosella adalah Gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kinerja usus serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat).

    Dari penelitian lainnya terbukti bahwa kelopak bunga Rosella mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Rosella mengurangi efek alcohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Rosella juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organik, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Rosella sebagai Farmakologi. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah kelopak bunga Rosella mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit.

    Manfaat kelopak bunga Rosella
    1.          Dapat mengurangi kepekatan/kekentalan darah
    2.          Membantu proses pencernaan
    3.          Mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal
    4.          Penyaring racun pada tubuh
    5.          Mencegah kekurangan Vitamin C
    6.          Melancarkan peredaran darah
    7.          Melancarkan buang air besar
    8.          Menurunkan kadar penyerapan alkohol
    9.          Penahan kekejangan Bersifat detoksifikasi, menetralkan racun
    10.        Menurunkan tekanan darah
    11.        Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes
    12.        Menghambat tumbuhnya kanker
    13.        Menjaga stamina
    14.        Menurunkan kolesterol dalam darah
    15.        Menyeimbangkan berat badan
    16.        Mengurangi panas dalam dan susah BAB
    17.        Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati
    18.        Mengurangi pusing / migraine
    19.        Mengandung multivitamin, termasuk vit.C dan Beta karoten
    20.        Membantu memulihkan dari ketergantungan obat

    Penyakit yang dapat diobati :
    1.          Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi )
    2.          Batu Ginjal
    3.          Batuk
    4.          Lemah syahwat
    5.          Lesu
    6.          Demam
    7.          Tekanan Perasaan
    8.          Gusi berdarah
    9.          Penyakit kulit
    10.        Gigitan Serangga
    11.        Luka
    12.        Kurang darah

    Bagaimana cara mengkonsumsinya ? Masukkan 5-7 kelopak bunga Rosella dan seduh dengan air panas, tunggu 5 menit, dan ramuan siap diminum. Rasa dari minuman ini seperti asam jawa. Untuk penderita sakit maag sebaiknya dibuat lebih encer. Kalau mau tambah gula boleh juga, tapi lebih baik dicampur pake madu saja sebagai pemanis.


    tanaman rosela sudah banyak diusahakan petani


    struktur batang, daun dan bunga rosella



    potongan melintang bunga rosela



    bunga rosella yang sudah dikeringkan