Laman

Senin, 28 Desember 2009

Pupuk Organik (Kompos)

Menurunnya kandungan bahan organik tanah ditengarai disebabkan karena cara budidaya pertanian yang kurang memperhatikan kandungan bahan organik. Salah satunya penggunaan pupuk kimia yang sangat intensif. Petani lebih memperhatikan penambahan unsur hara kimia dan tidak memperhatikan bahan organik. Misalnya: petani memakai urea, tetapi selalu membakar jerami setelah panen.


Salah satu akibat dari rendahnya bahan organik tanah adalah kebutuhan pupuk buatan yang semakin meningkat  tetapi  produksi justru cenderung menurun. Beberapa kakek petani pernah bercerita ke saya, jika dulu dia cukup menggunakan 100 kg NPK/ha. Sekarang mereka memupuk hingga 200 250 kg NPK/ha. Bahkan dosen Fak. Pertanian IPB pernah menceritakan jika di daerah Gunung Kidul DIY petani menggunakan pupuk  urea dengan dosis 500 kg/ha. Ini mau memupuk atau 'nguruk' tanah dengan pupuk?  Pak Haji Zaka menceritakan kepada saya jika dulu produksi padinya dengan varietas Pelita  1 bisa mencapai 10 ton/ha, tetapi sekarang produksi padinya cuma 6 7 ton/ha (varietas ciherang) meskipun pupuknya lebih banyak. Ironi sekali.

Saat ini petani sangat tergantung dengan pupuk kimia. Sayangnya pupuk sering dipermainkan banyak pihak. Ketika kebutuhan pupuk tinggi, tiba-tiba pupuk menghilang dari pasaran dan harganya membumbung tinggi. Pupuk-pupuk palsu juga banyak beredar. Saya pernah membeli pupuk SP36, tetapi setelah dianalisa kandungan P2O5- nya hanya 20%. Setelah komplain ke penjualnya, mereka menawarkan pupuk super fosfat lain, tetapi kandunganya hanya 18%. Gila....!!!!


Pemerintah harus mengeluarkan dana trilyunan rupiah untuk subsidi pupuk. Sayangnya pupuk subsidi itu banyak diselewengkan, dipakai oleh  perusahaan/perkebunan besar, dan diselundupkan keluar negeri. Subsidi pupuk seperti lebih menguntungkan perusahaan-perusahaan pupuk besar dan cukong-cukong daripada petani-petani kecil.

Kesadaran untuk kembali menggunakan pupuk organik sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pemerintah melalui Deptan pernah mendeklarasikan 'Go Organik 2010'. Tahun 2010 tinggal satu tahun lagi, tetapi belum ada tanda-tanda kalau 'Go Organik 2010' akan terwujud.

Puncaknya ketika terjadi krisis energi tahun 2008, harga BBM naik tinggi  yang membuat biaya produksi pupuk juga meningkat.   Agar harga  pupuk  tetap rendah, pemerintah harus mengeluarkan subsidi lebih banyak lagi.   Ini jelas sangat membenani APBN.   Pemerintah kemudian mengalihkan sebagian subsidi pupuk kimia buatan ke pupuk organik.

Pemupukan memakan kurang lebih 60% dari seluruh biaya produksi di industri perkebunan. Bagi perkebunan-perkebunan besar, naiknya harga pupuk sangat membebani anggaran pemupukan mereka. Salah satu alternatif solusinya adalah mereka 'berbondong-bondong' beralih menggunakan pupuk organik.

Pupuk organik berbeda dengan pupuk kimia buatan (lebih jelasnya silahkan baca di  http://isroi.wordpress.com/2008/02/26/pupuk-organik-pupuk-hayati-dan-pupuk-kimia/). Manfaat dari pupuk organik adalah untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang  banyak  memiliki  peranan penting  di  dalam  tanah. Bahan organik  tanah menjadi salah satu indikator kesehatan tanah karena memiliki  beberapa peranan kunci di tanah. Peranan-peranan kunci bahan organik tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:

a. Fungsi Biologi:

  • menyediakan  makanan  dan  tempat  hidup  (habitat)  untuk organisme (termasuk mikroba) tanah
  • menyediakan energi untuk proses-proses biologi tanah
  • memberikan kontribusi pada daya pulih (resiliansi) tanah b.  Fungsi Kimia:
  • merupakan ukuran kapasitas retensi hara tanah
  • penting untuk daya pulih tanah akibat perubahan pH tanah
  • menyimpan cadangan hara penting, khususnya N dan K

c. Fungsi Fisika:

  • mengikat partikel-partikel tanah menjadi lebih remah untuk meningkatkan stabilitas struktur tanah
  • meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air
  • perubahahan moderate terhadap suhu tanah

Fungsi-fungsi bahan organik tanah ini saling berkaitan satu dengan yang lain.  Sebagai contoh bahan organik tanah menyediakan nutrisi untuk  aktivitas mikroba yang juga dapat meningkatkan dekomposisi bahan organik, meningkatkan  stabilitas agregat  tanah, dan meningkatkan daya pulih tanah.

Cara sederhana untuk melihat peranan pupuk organik, dalam hal ini kompos, adalah sebagai berikut. Jika tanah berpasir diberi kompos, maka tanah berpasir akan menjadi lebih gembur/remah, agregat tanah terbentuk, dan tanaman dapat tumbuh lebih baik.  Demikian pula jika tanah liat diberi kompos.  Sifat fisik tanah akan menjadi lebih gembur dan remah, tanah akan berkurang 'kelengketannya' dan tanaman dapat tumbuh lebih baik.


Penggunaan pupuk organik akan meningkatkan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman. Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan  pupuk kimia dapat mengurangi dosis pupuk kimia. Serapan hara tanaman  meningkat dan  produksinya  pun  cenderung menjadi lebih tinggi.

.
.

Tidak ada komentar: